Tim dosen Geografi Adakan PKM di kawasan Ekowisata Bagik Kembar
» Detail Berita

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 12:46:45 WIB
Tim dosen Geografi Adakan PKM di kawasan Ekowisata Bagik Kembar
Diposting oleh : HASRUL HADI, M.Pd
Kategori: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - Dibaca: 72 kali

Sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada hari Minggu, 20 Agustus 2017 tim dosen Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kawasan Ekowisata Mangrove Bagik Kembar di Desa Cendimanik, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan PKM ini mengambil tema “Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Berbasis Geospasial dan Sosial Preneurship”. Kegiatan yang dilakukan oleh “Tim Geografi Lombok Edu-trip” ini difokuskan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Bakti Lingkungan berupa penanaman bibit mangrove secara bersama. Kegiatan FGD dimulai dengan perkenalan pihak kelompok masyarakat pengelola wisata mangrove (POKMASLAWISMA) Bagek Kembar, yang disampaikan langsung oleh ketuanya yakni Bapak Agus Alwi.

Dalam paparannya, Mas Agus --begitu ia biasa disapa-- banyak menyampaikan tentang upaya yang dilakukan sampai pada akhirnya terbentuk kawasan ekowisata mangrove Bagik Kembar yang kini dikelola bersama anggota kelompoknya yang sebagian besar adalah para pemuda desa setempat.  Meski Kawasan Ekowisata Mangrove Bagik Kembar masih dalam masa pengembangan dengan berbagai keterbatasannya, Mas Agus dan anggota kelompoknya terus berjuang agar menjadi Kawasan Ekowisata yang lebih baik lagi.

Pemaparan selanjutnya dilakukan oleh perwakilan dosen Pendidikan Geografi yang diwakili oleh Dr. Armin Subhani, S.Si. M.Pd yang juga selaku ketua Tim PKM. Beliau memaparkan prospek Ekowisata Mangrove Bagek Kembar berdasarkan kajian geografi wisata dengan perspektif spasial. Beliau mengungkapkan bahwa perlu dilakukan pemetaan potensi lahan secara mikro untuk memperoleh pengetahuan tentang kesesuaian penggunaan lahan secara spasial bagi pengembangan ekowisata Bagik Kembar. Pemaparan disampaikan secara serius, tetapi juga disrtai dengan humor sehingga suasana lebih cair dan santai.

Selain itu, aspek ekonomi masyarakat di lingkungan ekowisata mangrove juga dibahas dalam pengantar FGD. Sebagai pematerinya yaitu bapak Dr. Muhammad Ali, M.Pd. salah seorang pakar ekonomi kerakyatan Universitas Hamzanwadi. Beliau memaparkan panjang lebar bahwa masyarakat kecil atau masyarakat setempat harus diuntungkan secara ekonomi dengan keberadaan ekowisata mangrove ini. Bukan justru dinikmati oleh orang lain dengan keuntungan besar.

FGD berjalan lancar, serius namun santai dan penuh kekeluargaan. Di sela-sela kegiatan FGD juga dibahas mengenai komitmen bersama untuk mengembangkan kawasan Wisata Bagek Kembar yang kemudian akan dituangkan dalam bentuk MoU. Sampai pada akhirnya kegiatan FGD berakhir dengan ISHOMA. Setelah istirahat, sholat dan makan selesai, dilanjutkan dengan kegiatan Bakti Lingkungan berupa penanaman bibit mangrove yang sebelumnya sudah diadopsi. Para peserta bakti lingkungan begitu antusias, meskipun berada di bawah terik matahari maupun kondisi becek lumpur tidak terlalu dihiriaukan. Semua melebur dalam suasana kekeluargaan. Tak lupa para peserta yang terdiri dari tim geografi Lombok edutrip dan juga Pokmaslawisma berfoto bersama sebagai kenang-kenangan maupun dokumentasi lembaga masing-masing.HH.



« Mengenal Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi Tim Dosen Geografi siapkan Program Geography Partner School (GPS) »

Berita Terkait

Ke Atas